BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam beberapa hari terakhir kembali merangkak naik. Menyikapi hal itu, pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kobar mengajak masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan.
Wakil Ketua II DPRD Kobar, Bambang mengatakan, sejak kasus Covid-19 di Kobar mulai melandai, beberapa aktivitas masyarakat mulai aktif dan longgar kembali. Namun, ia menilai, kedisiplinan prokes sedikit menurun.
"Naiknya kasus Covid-19 di Kobar bisa jadi karena akibat euforia masyarakat karena kasus Covid-19 turun, sehingga kurang disiplin prokes. Sebab, saya lihat beberapa kegiatan masyarakat banyak yang sudah tidak pakai masker," kata Bambang Suherman, saat dikonfirmasi Borneonews pada Jumat, 22 Oktober 2021.
Diinformasikan bahwa kasus aktif Covid-19 di Kobar diangka 9 kasus. Namun pada 20 Oktober 2021, berdasarkan data tim satgas Covid-19 provinsi, tambahan kasus baru Kobar tertinggi se Kalimantan Tengah. Bahkan saat ini berada diangka 21 kasus aktif.
Bambang berharap, pemerintah daerah dapat membuat suatu kebijakan untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Prokes harus lebih diperketat meskipun saat ini Kobar berada di level II.
--page
"Mari kita bersama-sama, dari para pemuka agama, tokoh masyarakat dan masyarakat untuk tidak bosan-bosan mengajak tetap makai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir," tuturnya. (DANANG/B-7)









