PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hampir dua tahun, pandemi Covid-19 melanda Indonesia, tidak terkecuali Kalimantan Tengah. Seruan untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru atau taat protokol kesehatan terus digaungkan. Itu semata hanya untuk menjaga kesehatan termasuk mencegah penularan Covid-19. 

Berkat kegigihan, kesabaran, kerja keras bersama dan didukung masyarakat, adaptasi kebiasaan baru itu secara perlahan sukses meninggalkan kebiasaan lama. Di wilayah Kelurahan Tumbang Rungan, Kota Palangka Raya, misalnya. Meski terbilang sukses, prosesnya tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Itulah yang diakui Bhabinkamtibmas Kelurahan Tumbang Rungan, Aipda Agoes Santoso saat berbincang dengan borneonews mengenai kepatuhan masyarakat terhadap prokes di wilayah binaannya. 

"Mengubah mindset, owh, awalnya susah sekali karena mereka berprinsip sudah biasa dengan kebiasaan lama tanpa mengikuti situasi saat ini. Apalagi tinggal di pinggiran sungai itu berbeda dengan dalam kota," katanya. 

Namun, lanjut anggota Polsek Pahandut ini, edukasi pentingnya protokol kesehatan dalam mencegah Covid-19 terus disampaikan bersama tim satuan tugas. Demikian pula ketika pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM. 

--page

Apalagi, di wilayah itu juga sempat tercatat 4 orang terpapar Covid-19. Bahkan, 2 keluarga sampai menjalani rawat inap di fasilitas kesehatan. "Saat ini, sudah sehat semuanya. Masyarakat juga secara perlahan mengikuti anjuran pemerintah karena menyadari pentingnya protokol kesehatan," ungkapnya.

"Alhamdulillah, semua kegiatan kini menerapkan prokes, baik kegiatan masyarakat yang berhubungan dengan kegiatan sehari-hari maupun lainnya. Di depan rumah juga sudah menyediakan tempat cuci tangan dan memakai masker saat bepergian. Jadi, saya menilai sudah sangat bagus dalam menerapkan prokes," tambahnya. 

Selain prokes, pesan yang terus disampaikan adalah program pemerintah berkaitan dengan percepatan vaksinasi. Aipda Agoes bersama tim juga mengedukasi terkait hal itu. Masyarakat menyambut baik atas program tersebut dengan harapan terbentuk kekebalan kelompok, sehingga tidak mudah terpapar Covid-19. 

"Penduduk yang wajib divaksin berjumlah 1.364 orang. Perkiraan sudah 1.000 lebih orang yang wajib divaksin mendapatkan suntik vaksin. Untuk sisanya, anak-anak di bawah 12 tahun. Kalau anak-anak sekolah, sudah 99 persen menjalani vaksinasi," bebernya. 

Kesukseskan tersebut menurut Agoes, tidak lepas dari dukungan masyarakat. Dari penilaiannya, Ardian, salah satu tokoh pemuda yang juga ketua RT di wilayah setempat aktif membantu petugas mengedukasi masyarakat. Selain Ardian, ada Misbah yang dinilai sama. 

--page

"Mereka aktif mendukung kegiatan. Mereka mindsetnya sudah ke depan. Jadi, mereka berdua saya anggap pemuda yang potensial karena membantu menyampaikan kepada masyarakat," tuturnya. 

Meski demikian, Agoes meminta masyarakat yang ada di wilayah binaannya tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun Covid-19 sudah melandai. Termasuk jika sudah divaksin, harus tetap disiplin protokol kesehataan. Dengan ketaatan yang tidak kendor, ia berharap, pandemi Covid-19 segera berakhir. 

Seperti diberitakan, PPKM di Kota Palangka Raya turun ke level 2. Itu diketahui setelah Menteri Dalam Negeri menerbitkan Instruksi Nomor 54 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1, 2, 3 dan 4. Instruksi berlaku mulai 19 Oktober sampai 8 November 2021.

"Alhamdulilah PPKM kita turun level setelah terjadi penurunan kasus Covid-19," kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Kendati turun level, wali kota tetap mengingatkan semua pihak untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. "Kita tetap harus waspada dan tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan," pesannya. 

"Saya ingatkan semuanya agar jangan euforia, pandemi ini belum berakhir. Tetap jalankan protokol kesehatan seperti biasanya agar kita benar-benar pulih dan terbebas dari belenggu pandemi," pungkasnya. 

--page

Sementara itu, terkait jumlah masyarakat yang divaksin juga terus bertambah. Salah satunya pada sasaran masyarakat umum dan rentan. Pada Kamis, 21 Oktober 2021, Tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng mencatat ada penambahan 5.470 orang yang disuntik vaksin dosis pertama. Dengan penambahan itu, totalnya telah mencapai 445.649 orang atau 32 persen dari total target 1.392.610 orang.  

Jika dipersentasekan di tiap daerah, sebaran jumlah tersebut terdiri atas Murung Raya vaksinasi 37,35 persen, Kotawaringin Barat vaksinasi 55,31 persen, Katingan vaksinasi 21,15 persen. Kemudian Lamandau 35,92 persen, Palangka Raya 55,45 persen, Sukamara 48,13 persen dan Kapuas vaksinasi 17,47 persen.

Selanjutnya, Kotawaringin Timur 29,45 persen, Barito Utara 20,86 persen dan Gunung Mas vaksinasi 21,38 persen. Terakhir, Pulang Pisau 23,15 persen, Seruyan 29,87 persen, Barito Timur 31,20 persen dan Barito Selatan vaksinasi 21,35 persen. (BUDI YULIANTO/B-7)