BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pondok Pesantresn (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Darul AL-Hikmah yang berada di alan Jendral Sudirman Gang Sarman RT 15, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat. Tidak hanya fokus mengajar ilmu agama, tapi juga menyekolahkan santrinya khsusus anak yatim dan anak dari keluarga kurang mampu.
Pengurus Ponpes Darul AL-Hikmah, Sutrisno mengatakan hal tersebut merupakan salah satu tujuan didirikannya ponpes untuk memberikan kebermanfaatan pada warga kurang mampu dan anak yatim serta sebagai lapangan amal dengan membantu sesama.
"Semua yang jadi santri disini pembiayaan murni dari Ponpes, baik konsumsinya dan juga sekolahnya. Memang kalau anak Yatim tidak banyak sekitar 5 anak, namun justru kebanyakan anak wali santri kurang mampu dan kita niatnya memang amal dan membantu," kata Sutrisno saat dibincangi Borneonews, Senin, 25 Oktober 2021.
Santri Ponpes Tahfidzul Quran Darul AL-Hikmah Pangkalan Bun yang sekolah mulai dari pendidikan setingkat SD, SMP dan SMA. Untuk SMP bekerja sama dengan SMP Muhammadiyah.
Sutrisno menjelaskan pondok yang didirikan menggunakan dana pribadi tersebut sudah berjalan 6 bulan aktif pembelajaran, dengan jumlah sekitar 70 santri, baik yang TPQ maupun Tahfidz. Untuk yang mondok atau bermukim di asrama termasuk anaknya ustadz, kurang lebih 23 santri.
--page
"Alhamdulilah, selama 6 bulan berjalan ini sudah ada santri yang menghafal 3 Juz Al Quran," ungkapnya.
Kemudian di dalam Ponpes Darul AL-Hikmah pengurus tidak menarif biaya, baik biaya pendaftaran maupun biaya asrama bahkan biaya makan. Namun sifatnya sodaqoh atau infaq, itupun bagi yang mampu dan berkeinginan saja.
Sutrisno memohon doa restu, insya Allah Ponpes Tahfidzul Quran Darul AL-Hikmah akan membangun gedung SMP dan saat ini sudah dimulai.
Dia berharap barangkali ada warga Pangkalan Bun yang bersedia menjadi donatur untuk menyelesaikan bangunan SMP. Sebab sejauh ini masih menggunakan dana pribadi dan belum mendapat donatur dari manapun dan pihak manapun.
"Saya sangat berharap, gedung SMP ini dapat terselesaikan dan anak - anak santri tidak perlu sekolah keluar, cukup sekolah didalam Pondok. Insya Allah kedepan tidak hanya SLTP, kalau memang ada rezeki lagi, dibangun sampai tingkat SMA, jadi kita ingin wujudkan ponpes yang modern," harapnya.
--page
Program pembelajarannya, karena ini Pondok Tahfidz, maka yang diajarkan ialah cara menghafal Al Quran, mulai dari mulai Iqro, Tahsin, Makhroj dan sampai menghafal Al Quran. Juga ada pelajaran lain, seperti Taukhid, Fiqih dan pelajaran lain demi menunjang Ahlakhul Karimah para santri.
Dalam prakteknya penjaga pondok setiap pukul 02.30 WIB sudah menyalakan bel atau alarm, sehingga bagi yang mondok atau para santri pondok sudah ke Masjid semua. Memulai Sholatul Lail, kemudian Murojaah Al Quran dan setoran hafalan Al Quran sampai menjelang subuh.
"Setelah subuh juga masih ada Murojaah, kemudian dilanjutkan dengan pengajian Umum terkait Akhlakul Karimah dan Fiqih," jelasnya.
Saat pagi, anak - anak santri bersih - bersih, kemudian ada yang berangkat sekolah. Bagi yang belum sekolah, melaksanakan salat Dhuha berjamaah dan imamnya digilir, hal ini sekaligus melatih santri, khsusnya laki - laki kelak akan menjadi imam.
"Kemudian dilanjutkan dengan aktivitas masing - masing yang sekolah - sekolah dan yang disini mengikuti kegiatan belajar di pondok yaitu menghafal Al Quran," imbuhnya.
Dewan guru atau ustadznya ada 4 orang, 2 ustadz dari Ponpes Lirboyo dan 2 dari Ponpes Banjarmasin. Kemudian ada 1 ustadz Tahfidz beliau dari Banjarmasin dan sudah menghafal 30 Juz Al Quran.
"Beliau memang saya tugaskan untuk khusus mengajari Tahfidz. Mulai dari Makhroj, Tahsin, setelah dianggap bagus tahsinyya baru diajari Al Quran, jadi harus Tahsinya benar dulu baru menghafal," tuturnya.
Semoga apa yang diimpikan membangun Ponpes dengan semi modern tersebut dapat berjalan lancar, sehingga dapat menciptakan generasi penerus atau pemuda yang memiliki ahlakul karimah dan sekaligus penghafal Al Quran dari Kobar. (DANANG/B-6)









