PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Palangka Raya mulai mematangkan kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas. Segala bentuk persyaratan maupun hal yang berkaitan dengan protokol kesehatan sedang dilengkapi.

“Tempat cuci tangan sudah kita siapkan. Totalnya ada sekitar 40 mata kran air. Kemudian juga kita siapkan alat pengukur suhu tubuh yang nanti untuk mengecek pertama kali masuk lingkungan sekolah,” kata Kepala Sekolah MTsN 2 Palangka Raya, Murjani kepada borneonews, Senin, 25 Oktober 2021.

Dia menuturkan, tim Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Palangka Raya sudah sering kali datang ke sekolah memantau protokol kesehatan. Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan kerja sama dengan Puskesmas Kayon. Tujuannya adalah jika nantinya ada pelajar yang terpapar, langkah awal bisa ditindak lanjuti pihak puskesmas.

Mengenai kapan PTM terbatas itu digelar, ia menyebut menunggu izin dari Kementerian Agama. “Kalau sudah dilaunching, maka akan kita lakukan (PTM terbatas),” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dalam mengantisipasi penularan Covid-19, pihaknya juga membentuk tim satuan tugas di lingkungan sekolah. Tim satgas yang dibentuk pada 3 bulan lalu itu terdiri atas guru dan pelajar yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM).

--page

“Jadi, mereka (tim satgas) ikut membantu menyosialisasikan pentingnya prokes. Kemudian juga membantu mempersiapkan perlengkapannya serta melakukan penyemprotan disinfektan,” paparnya.

Hal lainnya yang sedang dijalankan adalah pelaksanaan vaksinasi untuk pelajar beserta orangtuanya. Sampai sejauh ini, sudah sekitar 40 persen dari total 906 pelajar setempat yang menjalani vaksinasi.

Vaksinasi tersebut masih terus dilakukan terhadap mereka yang belum menjalaninya. Rencananya, besok, Selasa, 26 Oktober 2021, akan digelar vaksiansi di lingkungan setempat.

Sementara itu, Guru Bagian Kesiswaan, Humaidi mengatakan sedang melengkapi berkas persyaratan untuk diajukan ke Kementerian Agama Kota Palangka Raya. Persyaratan di dalamnya mulai dari dukungan RT di lingkungan sekitar, sertifikat vaksin dari pelajar maupun orangtuanya, surat pernyataan dan penandatangan kerja sama dengan Puskesmas Kayon.

“Intinya kita sudah siap. Kita juga sudah siapkan jadwal PTM terbatas,” ungkapnya.

--page

Selanjutnya, Pelaksana Lapangan Tim Satgas, Muhammad Asiqin mengatakan, ada sekitar 20 orang yang tergabung dalam satgas tersebut. Dari jumlah itu, 14 di antaranya merupakan pelajar.

“Mereka semua dari OSIM. Semua kompak membantu menyosilisasikan protokol kesehatan,” katanya.

Ungkapan itu juga diamini Ketua OSIM, Naza dan Ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK), Muhammad Saptu Rahman. Mereka yang sudah duduk dibangku kelas IX mengaku tidak lelah membantu dalam mencegah penularan Covid-19.

“Kami sangat senang dengan adanya rencanan PTM terbatas. Kami kompak karena kami sudah menunggu lama (bisa belajar secara langsung),” kata Rahman diamini Naza. (BUDI YULIANTO)