PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Urusan Latihan (Kaurlat) Staf 2/Operasi Kodim 1016 Palangka Raya Kapten Inf Hari Utomo menjadi pemateri dalam kegiatan pelatihan mitigasi bencana.

Pelatihan ini dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Palangka Raya di Kafe Kampung Seberang, Rabu 27 Oktober 2021. Pelatihan ini diikuti para wartawan dari berbagai media.

"Bencana merupakan peristiwa yang membawa kerugian dan dampak luar biasa. Di dalam mitigasi dan penangananya ada keterlibatan militer seperti TNI AD, TNI AL maupun TNI AU dengan seluruh jaringan komando yang tersebar di seluruh wilayah," katanya.

Mitigasi bencana diperlukan suatu upaya penanggulangan yang dilakukan oleh semua  komponen bangsa sesuai peran dan fungsinya yang meliputi upaya pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan fase pemulihan.

"Hal ini diharapkan dapat meminimalisir korban yang disebabkan karena adanya bencana terjadi," jelasnya.

--page

Lebih panjut disampaikannya keterlibatan TNI dalam proses tangani bencana alam sejalan dengan Pasal 7 UU No 34 Tahun 2004 tentang Tugas Pokok TNI yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Di antaranya adalah membantu penanggulangan bencana alam baik pada tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi. Keterlibatan TNI ini bertujuan untuk mencegah berkembangnya kerugian, baik jiwa maupun harta benda rakyat dan membantu mengatasi kesulitan rakyat.

"TNI merupakan institusi paling solid yang dapat melakukan pertolongan pertama
khususnya pada penyelamatan korban bencana. Di dalam kita berkolabori bersama pemerintah, Polri dan bebagai pihak terkait," pungkasnya. (HENDRI/B-6)