BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kapolres Barito Timur, AKBP Afandi Eka Putra menyebut vaksin ibarat helm bagi pengendara kendaraan bermotor roda dua. Hal itu disampaikannya saat meninjau pembelajaran tatap muka atau PTM terbatas di SMA Negeri 1 Tamiang Layang, Jumat, 29 Oktober 2021.
"Pengendara walaupun dia memakai helm bukan berarti dia tidak akan kecelakaan namun mengurangi resiko saat jatuh, nah seperti vaksin ini vaksin tidak membuat Kita terbebas dari covid-19, akan tetapi insya Allah jika sudah vaksin maka ketika terkena covid-19 maka efeknya tidak terlalu parah," kata Kapolres.
Karena itu, meski sebagian besar pelajar dan guru di sekolah tersebut telah mengikuti vaksinasi covid-19, Afandi tetap mengingat agar selalu mematuhi protokol kesehatan selama proses PTM terbatas maupun dalam kegiatan lain di luar rumah.
"Kita berharap selama pemberlakuan PTM terbatas ini lingkungan sekolah tetap aman dari penularan covid-19," imbuh Afandi.
Terkait penggunaan masker dalam PTM terbatas, lanjut dia, pelajar dan guru dapat memilih menggunakan masker medis atau pun masker kain.
--page
"Masker medis untuk dipakai sekali sehari, kemudian untuk penggunaan masker kain bisa digunakan berulang-ulang namun harus rutin dicuci bersih," lanjut Kapolres.
Afandi yang didampingi oleh pejabat utama polres, pada kunjungan peninjauan itu juga memberikan tali asih kepada dewan guru dan pelajar SMAN 1 Tamiang Layang. (BOLE MALO/B-5)









