MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barito Utara, Syahmiludin A Surapati mengatakan bahwa potensi lahan yang ada di Bumi Iya Mulik Bengkang Turan sangat mendukung untuk pengembangan peternakan.

Selain itu, kata dia, potensi pangsa pasar juga masih sangat terbuka luas serta dukungan dari pemerintah juga sangat besar, sehingga menjadikan peluang yang sangat besar dalam pengembangan usaha peternakan bagi masyarakat maupun peternak.

Pihaknya telah melakukan kunjungan sekaligus kaji terap dengan didampingi oleh Dinas Tanaman Pangan , Hortikultura dan Peternakan Provinsi Kalteng ke sejumlah peternakan yang ada.

Dimana kunjungan tersebut diantaranya yakni difokuskan ke peternak Sapi dan kambing yang ada di luar kota Palangka Raya untuk mendengar cerita dan melihat bagaimana mereka bisa mengawali dan menekuni usaha ternak nya sehingga berhasil seperti saat ini.

Lokasi pertama di peternakan sapi di Jalan lingkar luar yang memilih melakukan usaha penggemukan sapi jenis Limousin, brahman dan sapi Bali dengan membuat formula fermentasi pakan yang memanfaatkan solid sawit, cancangan rumput, kulit singkong, tetes tebu, EM-4, vitamin tambahan yang ternyata mampu membuat ternak bertambah gemuk setiap harinya bisa mencapai 1,5 kg.

--page

“Untuk memenuhi kebutuhan pakan tidak harus mencari rumput segar setiap hari. Usaha tersebut hanya dilakukan di lahan seluas satu hektar,” terangnya, Sabtu 30 Oktober 2021.

Lokasi peternakan selanjutnya yang dikunjungi milik ibu Hj Sunarty Kadis Pertanian TPHP Provinsi Kalteng yang sangat menginspirasi karena pada lahan seluas 2 HA. Kita dapat melihat sistem usaha tani yang terintegrasi karena direncanakan sedemikian detailnya.

“Dilahan tersebut kita bisa melihat manajemen usaha tani yang baik karena ada kebun sawit, hijauan pakan ternak, kebun jagung Hibrida untuk bahan pakan, kandang kambing, sapi dan ayam, parit yang Multi fungsi. Dilengkapi pula dengan gudang pakan, mess istirahat pekerja, tempat pengolahan pakan dan ruang administrasi sekaligus menerima tamu yang bersih dan tertata rapi,” tuturnya.

Kunjungan dilanjutkan ke peternakan milik pak Agus di Km 39 arah Kasongan. Di lahan ternak yang sangat luas dengan ratusan ekor ternak sapi dan kambing yang dilepas dalam penggembalaannya sekaligus membuktikan bahwa orang asli lokal yang awalnya sama sekali tidak memiliki pengalaman beternak dan merawat ternak ternyata bisa menjadi pakar ternak besar.

“Peternakan beliau sering dikunjungi pejabat, petani/Poktan dan magang mahasiswa maupun orang yang ingin belajar berusaha ternak. Tipikal orang Dayak yang ramah, terbuka dan sangat familiar penuh rasa kekeluargaan ada di sosok beliau sekeluarga,” ujarnya.

--page

Kunjungan terakhir ke lokasi Heru farm Jalan Pasir panjang yang dikelola dan milik seorang sahabat aktivis pemuda yang cukup dikenal di Palangka Raya Bung Heru Setiawan. Disana kita bisa belajar merancang kegiatan ternak dari modal kecil dengan memanfaatkan peralatan untuk membuat kandang kambing Peranakan Etawa (PE) yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan teknis kandang yang tidak kalah bila dibandingkan dengan kandang modern yang tentunya didukung dana yang besar juga.

Peternakan tersebut bisa menjadi model yang bisa menginspirasi bagi kalangan pemula yang belum memiliki dana besar. Hasil susu dari peternakan kambing yang beliau kelola sungguh menjanjikan untuk menjadi tambahan penghasilan di luar hasil dari penjualan daging maupun bibit kambing.

“Siapapun kita akan bisa berhasil dan sukses asalkan dilandasi semangat dan keuletan yang datang dari diri sendiri dengan mau membuka diri untuk belajar, menggali pengalaman dan kesuksesan dari mereka yang sudah berhasil serta tIdak mudah putus asa bila mengalami kendala bahkan kegagalan,” jelasnya. (RAMADHANI/B-5)