BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas masyarakat di bantaran Sungai Arut ini masih mengandalkan perahu kecil, termasuk para pelajar yang hendak sekolah juga ikut menggunakan perahu untuk menyeberang.
Maka ada rasa kekhawatiran terjadi sesuatu hal, maka petugas Dinas Perhubungan Kobar turun tangan untuk mengedukasi para pelajar terhadap penggunaan jaket pelampung, karena penggunaan jaket pelampung diakui masih sangat minim.
"Rasa khawatir terhadap kecelakaan transportasi sungai itu ada. Maka ini kami edukasi para pelajar yang menyeberang sungai terhadap penggunaan jaket pelampung," kata Kadis Perhubungan Kobar, Fitriyana.
Edukasi penggunaan jaket pelampung ini dinilai penging. Khususnya bagi pelajar yang dibawah umur. Mereka yang tidak bisa berenang maka bisa terselamatkan jika terjadi sesuatu hal di sungai.
"Kita tahu anak bantaran sungai pintar berenang, tapi tidak semuanya. Maka kami berikan pengetahuan soal penggunaan jaket pelampung supaya akses keselamatan terpenuhi," jelasnya.
--page
Selama ini penggunaan jaket pelampung masih sangat minim, padahal ini sangat penting untuk aktivitas penyeberangan meski jaraknya pendek.
"Jadi tidak hanya pelajar, para motoris perahu kecil juga kita edukasi. Jika penumpang kapal sifatnya wajib memakai jaket pelampung sebagai pemenuhan keselamatan," haraonya.
Sehingga saat ada sesuatu hal di sungai, maka dapat meminimalisir korban jiwa, karena kasus kecelakaan transportasi sungai masih sering terjadi di Kobar. (DANANG/B-6)









