PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang akhir tahun 2021 atau mengawali bulan November 2021, kasus gigitan hewan rabies di Kota Palangka Raya masih nihil. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Veteriner, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau Distankepang Kota Palangka Raya, Sumardi kepada Borneonews pada Selasa, 2 November 2021.

"Tahun ini sampai sekarang kita nihil kasus gigitan rabies, baik dari anjing, kucing, atau kera. Kita berharap hingga akhir tahun pun tetap begini, tidak ada kasus rabies di Kota Cantik," kata Sumardi.

Menurut Sumardi, ketiadaan kasus rabies tahun ini merupakan kerja keras dari relawan vaksinator rabies di tahun-tahun sebelumnya.

"Jadi ketiadaan kasus gigitan rabies ini bukan instan, melainkan sudah dipupuk sejak tahun 2018. Jadi relawan vaksinator rabies kita memberikan vaksin rabies tahun ini, hasilnya akan kelihatan di tahun berikutnya," jelas Sumardi.

Kecocokan vaksin yang dipilih dan tindakan yang tepat saat memberikan vaksin rabies juga menurut Sumardi dipelajari dari tahun ke tahun sehingga didapatkan formula yang tepat dan dapat mencegah penularan rabies.

--page

"Vaksin diuji coba, hewan yang telah divaksin dicek ketahanannya terhadap virus rabies, sehingga didapatkan bahwa sekali setahun pun sudah cukup untuk memberikan vaksin rabies dan tahan di badan hewannya. Makanya ini tidak mudah, tetapi tahun ini Palangka Raya sampai sekarang mampu mencegah adanya penularan virus rabies," jelasnya lagi.

Dirinya berharap kinerja vaksinator rabies yang berjumlah kurang lebih 10 orang ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga Palangka Raya dapat menyatakan diri sebagai Kota Bebas Rabies. (TESTI PRISCILLA/B-7)