BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus berupaya menekan risiko bencana dengan membentuk Kelurahan Tangguh Bencana.
"Program ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dalam mengatasi bencana dapat lebih dimaksimalkan, kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya, Emi Abriyani Selasa 2 November 2021.
Ia mengatakan, sampai saat ini telah ada 10 kelurahan yang membentuk Tangguh bencana. Jumlah ini diharapkan terus bertambah, agar risiko bencana di kota tersebut dapat diminimalisir.
Adapun 10 Kelurahan Tangguh Bencana itu yakni Kelurahan Kelurahan Palangka, Kelurahan Langkai, Panarung, Pahandut, Tanjung Pinang, Pahandut Seberang, Menteng, Sabaru, Kereng Bangkirai, dan Kelurahan Petuk Katimpun.
"Mereka dibekali kemampuan mitigasi berbagai kategori bencana. Tak hanya bencana alam tetapi juga kaitannya bencana non alam," katanya.
--page
Menurut dia, penanganan bencana baik kategori alam maupun non alam akan maksimal jika melibatkan seluruh elemen masyarakat dan dilakukan berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, kelurahan sampai kecamatan.
Kelurahan tangguh bencana ini juga tidak hanya berfungsi aktif mengantisipasi atau menangani bencana tetapi juga terkait menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masing-masing.
"Untuk itu pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana ini juga bertujuan mewujudkan SDM kelurahan yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana," pungkasnya. (HENDRI/B-7)









