BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada yang berbeda dalam kegiatan panen raya hasil tanaman Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Bersatu RT 13 Kelurahan Sidorejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa, 2 November 2021
Pasalnya, saat prosesi Rumpak Kutamara atau membuka gerbang sebelum masuk ke lokasi kegiatan panen raya, salah satu pesilat yang bertarung membuka gerbang, tidak hadir ketika dipanggil oleh MC.
Bahkan Bupati Kobar Nurhidayah bersama rombongan yang mau memasuki lokasi kegiatan terpaksa harus tertahan selama beberapa menit.
Setelah dipanggil, pesilat lainya masih belum muncul. Akhirnya, Lurah Sidorejo Ramadana Sahida didaulat untuk bertarung melawan pesilat yang menjaga gerbang.
Keruan hal tersebut membuat antusias hadirin yang ada di lokasi tersebut, terutama kaum ibu.
--page
"Mohon maaf Bu, hari ini sengaja kegiatan panen kali ini dibuat seunik mungkin. Mulai dari penampilan beragam seni budaya dari berbagai suku," ujar Lurah pada Bupati.
Bahkan tadi, lanjut Lurah, kegiatan Rumpak Kutamara, sengaja disetting agar terkesan pesilat tidak siap.
"Padahal segala sesuatunya sudah disetting seperti itu, agar beda dari tempat lain. Di Kelurahan Sidorejo, lurah-nya yang langsung menampilkan atraksi silat. Istilah saat ini kami sengaja nge-prank, sampeyan, Bu. Sekali lagi saya minta maaf, mohon jangan diberikan surat teguran," ujar Lurah yang disambut gelak tawa hadirin termasuk Bupati Kobar.
Terkait berbagai penampilan tersebut, Bupati mengaku sangat terkesan dan mengapresiasi penampilan dan semangat ibu-ibu dalam mengembangkan pertanian.
"Kegiatan pertanian yang dikembangkan ibu-ibu di RT 13 Kelurahan Sidorejo ini, merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengembangkan ekonomi keluarga. Bahkan berdasarkan info yang saya terima, dengan pengembangan tanaman pangan seperti ini, paling tidak mulai banyak ibu-ibu yang bisa menghemat biaya belanja dapur dan hasilnya sudah bisa dijual untuk tambahan penghasilan keluarga," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-7)









