SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit mengungkap tak jauh dari lokasi tertangkapnya buaya oleh warga di sekitar Sungai Lenggana pernah terjadi serangan terhadap manusia. 

Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah menyebut tahun lalu sempat ada serangan buaya yang menyerang warga bernama Arianto (27). Saat itu Arianto mandi di sungai sekitar pukul 23.00 pada 17 Desember 2020.

"Namun saat itu tidak ada luka, karena yang disambar gayung mandinya saja dan kondisi air saat serangan, pasang tinggi," ungkapnya, Selasa 2 November 2021.

Pihak BKSDA sempat memasang jerat dan pancing selama 15 hari, namun buaya tak pernah tampak lagi. 

Kini buaya kembali muncul bahkan tertangkap oleh warga, namun kali ini lokasinya di Desa Lenggana, tepatnya di Sungai Lenggana, perbatasan antara Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Mentaya Hilir Utara. 

--page

"Kalau untuk buaya yang pagi tadi ditangkap warga, kami belum mengetahui apakah memang sengaja ditangkap atau buayanya terperangkap. Jadi kami belum tahu alat apa yang digunakan warga dan sekarang buayanya telah dilepaskan oleh warga kembali, " pungkasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)