BORNEONEWS, Puruk Cahu – Dalam rangka melakukan antisipasi dan menjalankan langkah yang tepat di lapangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura) menggelar rapat koordinasi (Rakor) terkait pengendalian dan penanganan banjir di wilayah setempat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Mura, Drs Hermon yang memimpin rapat tersebut menyampaikan, penanganan banjir perlu kesiapsiagaan bersama karena keselamatan masyarakat yang terpenting.
“Tentunya kita semua perlu kesiapan dalam penanganan dampak banjir yang bisa saja mengakibatkan terputusnya arus transportasi atau terisolasi,” ucap Hermon pada rapat yang berlangsung di aula A kantor bupati, Rabu, 3 November 2021.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Kabag Ops Polres Mura, mewakili Danramil 07/ Puruk Cahu, Kapolsek Murung, Camat Murung Fitrianul Fahriman, Kalaksa BPBD Mura Kariadi, Kepala Dinas Sosial Mura, Kasatpol PP, Plt Kepala Dinas PUPR Mura dan jajaran terkait lainnya.
Kemudian, Hermon mengatakan, rapat ini sekaligus koordinasi dan konsolidasi tindak lanjut penyiapan dan pengelolaan sumber daya untuk penanganan banjir di wilayah yang terdampak.
--page
“Harus dibutuhkan koordinasi secara menyeluruh agar langkah-langkah penanganan lebih terintegrasi dan diinventarisir," lanjutnya.
Di tempat yang sama, Kalaksa BPBD Mura Kariadi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dan tanah longsor menyusul curah hujan tinggi.
"Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini memasuki fenomena La Nina yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan kilat, tentu kami mengimbau agar terus waspada tehadap bencana seperti banjir dan longsor serta pohon tumbang," tukasnya. (MAGANG 2/B-7)









