SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Di tengah antusiasme warga menjalani vaksinasi di Kotawaringin Timur, ternyata ada sejumlah orang ua di wilayah Kecamatan Teluk Sampit yang enggan anaknya disuntik vaksin. 

Kepala Puskesmas Ujung Pandaran, Nugroho Kuncoro Yudho mengatakan, pelajar yang belum mendapatkan vaksin tersebut saat ini masih diperkenankan sekolah. Pihak sekolah juga melakukan pendekatan kepada orangtua agar memberikan izin dilakukan vaksin kepada anaknya.

Sementara itu, perkembangan vaksinasi pelajar Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini sudah mencapai 74 persen atau sekitar 86 pelajar yang sudah divaksin Covid-19 dari jumlah 116 pelajar.

Selain izin orangtua, vaksinasi juga terkendala sejumlah kegiatan pelajar. Lainnya alokasi vaksin dari dinas kesehatan juga menjadi salah stau penyebabnya. 

"Saat ini di puskesmas hanya ada vaksin Astrazeneca. Kalau untuk pelajar itu vaksin Pfizer. Jadi saat ini belum bisa melakukan vaksinasi pelajar, hanya vaksinasi untuk masyarakat umum saja," katanya. 

--page

Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Teluk Sampir belum ada yang mendapatkan vaksin. Pencapaian 74 persen itu merupakan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebab,  SMP belum menyerahkan daftar sasaran. 

Diungkapkan Nugroho, pihaknya akan melaksanakan vaksinasi di daerah Desa Lampuyang dengan 200 dosis yakni dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 100 dosis.

Selanjutnya, Kamis, 4 November 2021 nanti, di Desa Rege Lestari dengan target 150 dosis yakni dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 50 dosis. Pada Jumat 5 November 2021 dilaksanakan lagi di Desa Ujung Pandaran dengan target 150 dosis juga, yaitu dosis I jenis vaksin Astrazeneca 100 dosis dan dosis II jenis vaksin Sinovac 50 dosis. (USAY NOR RAHMAD/B-7)