PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan data dari Dinas Sosial ( Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terdapat beberapa bulan yang dianggap rawan terjadinya banjir di daerah ini.

"Dari data bencana, kondisi rawan banjir berkisar antara bulan Mei - Desember 2021. Banjir ini dipengaruhi oleh tinggi rendahnya permukaan air Sungai Arut akibat faktor musim," kata Sekretaris Dinsos Kabupaten Kobar, Sanitro, Rabu, 3 November 2021

Menurutnya, kecamatan yang paling awal terdampak banjir di Kabupaten Kobar yaitu Arut Utara (Aruta).

"Baniir ini biasanya hampir terjadi di semua desa Kecamatan Aruta, kecuali Desa Riam. Dari data yang ada di kecamatan tersebut, sebanyak 995 Kepala Keluarga (KK) terdampak," kata dia.

Data tersebut digunakan sebagai acuan untuk menyalurkan bantuan pada daerah yang terdampak banjir.

"Sebagai langkah awal bila terdapat laporan terjadinya banjir dari camat, kades, dan lurah, maka kami segera mengirimkan tim pemantau guna mengetahui kondisi di lapangan," jelas Sanitro.

Dia menambahkan, setelah banjir melanda Kecamatan Aruta, kecamatan lain yang terhubung dengan Sungai Arut juga bakal mengalami kondisi serupa.

--page

"Kondisi serupa kemudian terjadi di Kecamatan Arut Selatan dn kemudian Kotawaringin Lama. Rata-rata jumlah bantuan yang diberikan hampir sama sekitar 400 paket," jelas Sanitro. (WAHYU KRIDA/B-11)