BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Kesehatan, Ari Junita mengatakan bahwa capaian target vaksinasi dosis satu dan dua memang jauh berbeda, karena saat ini vaksin yang digunakan lebih banyak astrazeneca.
"Memang capaian target vaksinasi covid-19 untuk tahap pertama dan kedua jauh berbeda, karena memang untuk vaksinasi bulan-bulan ini kita banyak menggunakan jenis astrazeneca," terang Ari Junita, Kamis, 4 November 2021.
Menurut dia, untuk astrazeneca rentan waktu dari penyuntikan dosis pertama ke dosis kedua memerlukan waktu selama 3 bulan, sehingga jangka waktu yang panjang itu juga mempengaruhi capaian pada tahap dua.
"Jadi ini memang wajar, karena mulai bulan ini sudah jenis astrazeneca, jadi otomatis rentang waktunya akan lama naiknya, tetapi nanti kalau sudah dosis dua maka naiknya juga akan drastis," ujarnya.
Ari melanjutkan, berbeda dari jenis vasin sinovac, bahwa dalam jangka waktu satu bulan sudah bisa melakukan dosis yang kedua.
--page
Diketahui, untuk capaian vaksinasi telah berada di angka 71 persen untuk dosis pertama, sementara untuk dosis kedua baru 38 persen dari target 50 ribu warga yang akan di vaksinasi covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan itu menambahkan, dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19 berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai mendirikan posko, secara door to door bahkan kegiatan juga dilakukan dengan menyesuaikan jadwal masyarakat. (NORHASANAH/B-7)









