MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra bersama Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Syahmiludin A Surapati melakukan kunjungan ke Kecamatan Teweh Timur.

Dalam kunjungan sekaligus silaturahmi dengan Wakil Bupati Barito Utara dan jajaran pihak Kecamatan Teweh Timur sekaligus meninjau lokasi sentra industri kecil dan menengah di Desa Benangin yang hampir selesai dibangun oleh Dinas Perindagsar Kabupaten Barito Utara.

Dari hasil diskusi dengan jajaran pengelola sentra UMKM tersebut dapat dirasakan keinginan dan semangat yang kuat untuk bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia tersebut dalam meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di kecamatan Teweh timur.

“Rencana awal untuk kegiatan usaha tersebut adalah membeli dan menampung jagung hibrida hasil panen petani di wilayah kecamatan Teweh Timur yang memang menjadi salah satu kawasan sentra produksi jagung Hibrida di Barito Utara,’ ujarnya, Kamis 4 November 2021..

Kelompok usaha masyarakat ini juga punya program usaha untuk memberikan layanan usaha pengeringan jagung agar bisa memiliki kadar air berkisar antara 16 - 18 persen, sehingga tidak mudah diserang jamur dan memiliki harga jual tinggi di pasaran, jasa pemipilan jagung dari tongkolnya, penggiling/penepung dan membuat felet untuk pakan ternak unggas dari jagung.

--page

“Keinginan dan semangat tersebut memang patut di apresiasi dan didukung oleh semua pihak agar dapat terlaksana dengan baik. Usaha yang baru ini tentunya juga akan dihadapkan pada keterbatasan permodalan, meraih kepercayaan dan keyakinan dari para petani jagung untuk bermitra, kualitas SDM pengelola, sarana penunjang yg masih terbatas, jaringan dan akses pasar yang masih perlu dirintis/dibangun,” terangnya.

Menurutnya pemetaan faktor penghambat tersebut hendaknya tidak sampai membuat jajaran pengelola jadi patah semangat dan berkecil hati. 

“Dengan dukungan dan pembinaan dari semua pihak seperti pihak Disperindag, Disnakertrans, Dinsos PMD, Distan Barut, perusda, lembaga perbankan, jajaran pemerintahan kecamatan dan desa diyakini bahwa hambatan tersebut akan dapat diatasi,” jelasnya. (RAMADHANI/B-6)