SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amin Sampit, Ustadz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini tengah berupaya untuk melengkapi fasilitas di rumah pendidikan Islam tersebut. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya agar Ponpes Darul Amin Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dapat menjadi pondok modern dengan biaya terjangkau. 

"Kami ingin menjadikan Darul Amin sebagai pondok fasilitas berbintang dengan harga kampung," ujar Ustadz Rayyan, Sabtu, 07 November 2021. 

Ustadz Rayyan menyampaikan hal itu saat Darul Amin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan tersebut menghadirkan penceramah dari Banjarmasin, Guru H Mahmudi. 

Dirinya menerangkan bahwa pihak Ponpes ingin memberikan yang terbaik kepada para santri dan santriwati yang menuntut ilmu agama di Darul Amin. Hal itu dilakukan, secara bertahap. Terutama baik dari segi bangunan ruang belajar mengajar, hingga asrama tempat tinggal para santri. 

--page

"Darul Amin adalah tempat menambang emas dan berlian, karena sangat berharga bagi kehidupan, terutama bekal ilmu agama untuk akhirat. Jadi kami akan berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik kepada santri," kata Ustadz Rayyan. 

Pihaknya juga ingin agar santri yang belajar di pondok tersebut nantinya bisa membahagiakan hatinya Baginda Nabi Muhammad. 

"Mudah-mudahan, santri Darul Amin bisa membahagiakan Nabi Muhammad SAW dengan menyiarkan agama Islam nantinya," harap Rayyan. 

Di sisi lain, dia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kotim dan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang saat ini telah mendukung pembangunan di Darul Amin. Salah satu yang terealisasi saat ini adalah pengaspalan sebagian jalan masuk. 

"Mudah-mudahan tahun depan pembangunan ruang kelas dan asrama dari Pemerintah Provinsi Kalteng juga bisa terwujud. Sehingga, akan lebih baik lagi fasilitas Darul Amin," harap Ustadz Rayyan. 

Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dihadiri oleh sejumlah alim ulama dan para habaib di Kotim. Termasuk para pejabat dan masyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)