BORNEONEWS, Sampit - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, mengecek kondisi jerat dan pancing buaya yang dipasang di Sungai Sapihan , Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Sabtu, 6 November 2021. Alat tangkap buaya itu sudah dipasang sekitar sebulan lamanya.
Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit, Muriansyah mengatakan, pihaknya telah memasang 2 jerat dan 1 pancing buaya. Namun hingga saat ini buaya yang diincar belum juga tertangkap.
"Sudah hampir 1 bulan. Belum ada hasil.
Umpannya kurang diperhatikan warga. Habis, terus tidak dipasang lagi," ungkapnya, Senin, 8 November 2021.
Diakui Muriansyah, pihaknya kesulitan mengawasi alat tangkap buaya, karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota. Sedangkan umpan posisinya harus terjaga.
--page
Ketika pemasangan alat awal kemunculan buaya di Sungai Sapihan, pihak BKSDA meminta pertolongan warga sekitar. Namun entah kenapa setelah beberapa lama alat dipasang warga yang dimintai bantuan mendadak sakit.
"Waktu pemasangan awal, sudah minta warga untuk awasi jerat dan pancing buaya. Khususnya terkait pengawasan umpan. Biasanya antara 5 hari sampai 1 minggu umpan habis. Kami minta dipasangkan umpan yang baru," jelasnya.
Kendala lainnya, kondisi air di Sungai Sapihan pasang surut. Sehingga saat air sungai pasang, jerat dinaikan. Saat kondisi surut, jerat diturunkan.
"Kalo tidak, posisi umpan akan gantung atau tenggelam. Sementara posisi umpan yang ideal adalah umpan di atas permukaan air. Bukan tenggelam atau tergantung," tandasnya. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









