BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Akibat cuaca buruk yang terjadi Sabtu, 6 November 2021 malam, sebuah kapal tanker Samudera Sindo 38 yang rencanaya berangkat menuju Surabaya terdampar di pantai Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Keluang, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Kepala Kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai Hary Suryanto, Senin, 8 November 2021 menjelaskan, hingga saat ini, kapal tersebut masih terdampar di pantai TWA itu.
"Kapal masih terdampar, lantaran masih menunggu kondisi air pasang terlebih dahulu agar bisa keluar dari titik terdamparnya menuju jalur lintasan kapal," jelas Hary Suryanto.
Terpisah, Staf TWA Tanjung Keluang, Siswanto atau yang akrab disapa Azis mengatakan, kapal tersebut diduga keluar jalur atau lintasan KA berlayar setelah dihantam gelombang dan angin kencang yang terjadi Sabtu malam.
"Harapannya kapal tanker tersebut bisa cepat ditangani. Karena bisa saja lokasi tersebut, menjadi tontonan warga dan berpotensi membuat kerumunan oleh warga sekitar dan warga yang berkunjung ke TWA," jelas Azis.
--page
Menurut Azis, memang saat ini masih belum ditemukan adanya pencemaran yang ditimbulkan akibat terdamparnya kapal. "Semoga hal ini tidak terjadi dan kapal tersebut bisa kembali berlayar sesuai tujuannya," tutur Azis. (WAHYU KRIDA/B-7)









