KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Usaha pembuatan bata merah hingga saat ini masih banyak digeluti warga di beberapa kawasan di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Salah satu kawasan yang banyak warga menggeluti usaha pembuatan bata merah itu yakni di Mahang, Kelurahan Kuala Pembuang I, Kecamatan Seruyan Hilir.

Meski usaha pembuatan bata merah tergolong memakan waktu yang cukup lama, tetap digeluti oleh sebagian masyarakat setempat.

Ali, salah satu perajin mengatakan, untuk menghasilkan bata merah dengan jumlah 10.000-20.000, memerlukan waktu berbulan bulan.

“Butuh waktu sekitar  2 bulan dalam sekali produksi. Proses pembakarannya sendiri kurang lebih memakan waktu 2 hari 2 malam tergantung jenis tanah yang digunakan dan tergantung cuaca saat pembakaran dimulai, “ katanya.

--page

Faktor cuaca menurutnya sangat berpengaruh dalam masa produksi, kemudian pada saat proses pembakaran juga memerlukan kayu bakar yang di beli dari warga lainnya.

“Kayu bakar biasanya beli dari warga lainnya, untuk satu pikap seharga Rp 300 ribu, lantaran saat ini memang  susah mencari kayu,“ imbuhnya.

Meski kadang usaha pembuatan bata merah ini tidak menentu, ada atau tidak pembelinya, mereka tetap menjalaninya. 

“Karena dari dulu usaha ini, mau tidak mau kami tetap bertahan, kadang pada saat menunggu produksi kami ngutang dulu untuk kebutuhan sehari hari di warung, nanti pada saat laku terjual baru dibayar,“ ucapnya.

Sebagai perajin, ia pun berharap adanya dukungan dari pemerintah, terkait bantuan modal usaha, agar usaha pembuatan bata merah  agar bisa tetap bertahan. (FAHRUL/B-7)