BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam mencegah banjir di kawasan pertanian terutama ketahanan pangan atau food estate, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) didukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dan Pemerintah Pusat khusunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan normalisasi irigasi atau menata jaringan irigasi di kawasan tersebut.
Hal tersebut disampaikan Bupati Pulpis Pudjirustaty Narang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Usis I Sangkai serta Kepala Dinas Pertanian Slamet Untung Riyanto, Selasa (08/11/2021).
"Rehabilitasi dan penataan jaringan irigasi ini bertujuan agar pengairan dikawasan food estate stabil baik pada musim kering maupun musim penghujan," kata Taty Narang, sapaan akrab Bupati Pulpis itu.
Selain melakukan normalisasi atau penataan jaringan irigasi, Pemkab Pulpis melalui Dinas Pertanian setempat juga telah menyalurkan mesin pompa air kepada para petani di kawasan Food Estate.
Hal tersebut dimaksud agar para petani pada dapat mengendalikan air baik pada musim kering maupun penghujan. "Juga untuk mengendalikan air, kitabjugabtelah membagikan mesin pompa bagi para petani," ucapnya.
--page
Menurutnya kalau irigasi atau pengairan di lahan pertanian dinormalisasi, maka diharapkan banjir bisa dicegah, kalaupun sampai merendam, diharapkan tidak sampai terlalu lama sehingga tanaman padi para petani tidak sampai mati, dan tidak membuat petani merugi.
"Kita selalu berdoa agar pertanian diwilayah Pulpis ini dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan sesuai dengan harapan kita semua," tegasnya.
Sebelumnya pada bulan Juli 2021 lalu hujan lebat disertai angin kencang menghantam sejumlah lahan pertanian padi dikawasan food estate di Desa Belanti Siam dan Desa Gedabung, Kecamatan Pandih Batu.
Akibatnya, sejumlah lahan pertanian padi tersebut terancamm gagal panen karena mengalami kerusakan seperti padi roboh dan terendam air. "Kita berharapkan kondisi itu tidak terjadi lagi," tutupnya.
Memasuki akhir tahun 2021 ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah menyampaikan peringatan dini untuk waspada datangnya La-Nina menjelang akhir tahun.
--page
Kondisi itu telah ditunjukkan dengan adanya intensitas hujan tinggi yang turun setiap hari. Semakin tinggi curah hujan akan meningkatkan potensi terjadinya bencana banjir.
Apalagi untuk daerah yang memiliki saluran pembuangan air (drainase) yang kurang baik. Bencana banjir tersebut bisa jadi akan memengaruhi kondisi lahan pertanian tanaman pangan yang ada di daerah terdampak. (ang)









