BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua PWI Kalteng, H M Haris Sadikin menilai insan pers perlu mempertimbangkan prinsip empat pilar kebangsaan dalam penulisan artikel berita.
"Pada prinsipnya kami mengapresiasi (sosialisasi 4 pilar). Kawan kawan membutuhkan pengetahuan apa itu 4 pilar, agar nanti dalam peliputan mempertimbangkan aspek-aspek kebangsaan," kata Haris di Hotel Neo, Selasa 10 November 2021.
Ia mengakui kultur sosial rawan terjadi konflik, penulisan naskah berita yang salah bisa membuat gejolak di masyarakat. Sehingga penting untuk melihat aspek kebangsaan.
"Jangan membuat naskah hanya untuk bombastis atau mendapatkan klik bait," tutur Haris.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil Kalteng Willy Midel Yoseph menyampaikan berita akan sangat baik jika berlandaskan 4 pilar kebangsaan Indonesia.
--page
"Saatnya 4 pilar dibagikan ke teman-teman wartawan. Wartawan mendorong pemerintah dan masyarakat," ungkapnya.
Wily menerangkan empat pilar tersebut terdiri dari pancasila sebagai dasar negara, termasuk juga UUD Dasar Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR.
Pilar ketiga adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan terakhir Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
"Ini (Bhineka Tunggal Ika), bentuk keanekaragaman ini harus dipraktekan, perbedaan bukan menjadi masalah. Perbedaan menjadi kekuatan untuk kita," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)









