BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seekor ular jenis King Cobra masuk kandang ayam dan membuat panik pemiliknya yakni warga Paring Kuning, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hampir saja King Cobra warna kuning keemasan dengan panjang 3,7 meter dan mematikan ini membuat celaka pemilik rumah. Pasalnya saat itu ia tidak mengetahui ada ular didalam kandang ayamnya, sementara ia asyik saja membersihkan kandang ayam itu.
Namun betapa terkejutnya ia saat melihat ular kobra besar dan panjang sudah melingkar dengan kepala tegak dan mengembang seperti ular sendok.
Setelah itu ia menelpon keponakannya yang merupakan Ketua Komunitas Pecinta Reptil Kumai bernama Heru dan bersama rekannya Diaz langsung menuju lokasi ular tersebut.
Heru mengatakan meski pengalaman melakukan rescue berbagai jenis ular termasuk buaya, tapi dia bersama rekannya harus berhati - hati dan tidak gegabah saat rescue berlangsung. Karena ular King Cobra ini ukurannya cukup besar dan panjang, satu kesalahan akan berakibat fatal.
"Ular King Cobra bersembunyi di bawah tumpukan karung - karung di dalam kandang ayam yang sempit, jadi karung itu kami keluarkan dulu baru dilakukan proses penangkapan," kata Heru, Rabu, 10 November 2021.
--page
Saat karung dikeluarkan ular ini langsung bersikap agresif, mengeluarkan sebagian tubuhnya dan siap mematuk dengan kepala menyerupai sendok. Agar ular ini tidak panik, maka dibiarkan sejenak agar ular tersebut tenang.
"Setelah kami pastikan ular tenang, kemudian perlahan menggunakan stik kita tekan kepalanya dan menarik ekornya keluar. Untung saja, pemilik rumah bisa mengetahui terlebih dahulu keberadaan ular tersebut, bila tidak fatal akibatnya, karena ular ukurannya cukup besar," tuturnya.
Ditambah oleh Diaz, jika ular King Cobra memang senang berada di tumpukan barang, sehingga untuk menghindari menjadi sarang ular, agar rutin melakukan pembersihan.
"Setelah ini, ular akan kita rilis di habitat alaminya yang jauh dari permukiman masyarakat, sebelum ini kita juga sudah rilis jenis yang sama di dalam hutan," pungkasnya. (DANANG/B-6)









