BORNEONEWS, Sukamara - Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Sukamara diketahui potensi luasan mangrove yang kritis di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai saat ini mencapai 1.400 hektare.
Bupati Sukamara, Windu Subagio mengatakan rehabilitas mangrove di wilayahnya masih perlu dilakukan dalam upaya menjaga lingkungan di wilayah pesisir.
"Potensi luasan mangrove yang kritis di wilayah Kabupaten Sukamara sekitar 1.400 hektare, oleh karena itu kami berharap masih bisa mendapatkan kegiatan serupa baik melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional maupun program reguler rehabilitasi hutan dan lahan," ucap Windu pada acara perdana percepatan rehabilitasi mangrove di Desa Sungai Pasir, Kamis 11 November 2021.
Windu menuturkan program rehabilitasi mangrove sebelumnya juga diterima pada 2020 di Sukamara mendapatkan program PEN bidang lingkungan hidup kegiatan penanaman mangrove dengan total luasan 510 hektare.
"Ini tersebar di 7 desa dan 1 Kelurahan di Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai," ujarnya. Windu melanjutkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi pada awal Maret 2021 menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan program di 2020 mencapai sekitar 77 persen.
--page
"Hambatan yang dihadapi adalah adanya serangan hama tanaman buka kepiting, ulat daun dan gelombang besar," tukasnya. (NORHASANAH/B-11)









