BORNEONEWS, Tamiang Layang - Fraksi Partai Nasdem DPRD Barito Timur mendorong penggalian sumber pendapatan asli daerah atau PAD yang belum digarap dengan maksimal demi mewujudkan kemandirian keuangan daerah.
"Kabupaten Barito Timur postur APBD-nya masih sangat tergantung kepada dana transfer dari pemerintah pusat di tengah situasi ekonomi nasional yang baru pulih. Fraksi Nasdem menyarankan agar Raperda APBD 2022 berorientasi pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat dan membangun ketersediaan sumber pendapatan asli daerah yang belum digarap dengan maksimal," kata Juru Bicara Fraksi Partai Nasdem, Hadi Santoso, Kamis, 11 November 2021.
Dalam rapat paripurna penyampaian pemandangan umum fraksi pendukung dewan atas Nota Keuangan dan Raperda APBD 2022 yang disampaikan Bupati Barito Timur itu, Hadi Santoso juga meminta pemerintah daerah melakukan efisiensi penggunaan APBD 2022 yang berfokus pada peningkatan perekonomian masyarakat di tengah melandainya pandemi covid-19.
"Berkenaan dengan Raperda tentang perubahan Perda Nomor 2 tahun 2018 Tentang Pajak Daerah, Fraksi Nasdem meminta Pemkab Barito Timur dapat meningkatkan PAD melalui sektor penerimaan pajak dan retribusi daerah," ujar Hadi.
Dia juga meminta eksekutif mempertimbangkan kembali secara cermat, efektif besaran anggaran belanja operasi dan belanja modal berdasarkan kemampuan keuangan daerah agar tidak menghambat pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi.
Fraksi Nasdem dapat memahami bahwa kondisi perekonomian daerah saat ini merupakan dampak dari pandemi covid-19 yang bahkan di rasakan secara global.
--page
"Fraksi Nasdem menyatakan dapat menyetujui rancangan Raperda APBD 2022 untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat DPRD Barito Timur melalui alat kelengkapan dewan. Semoga APBD tahun 2022 dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Barito Timur sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kabupaten Barito Timur yakni terwujudnya Barito Timur sehat, cerdas dan sejahtera melalui pemerintahan yang amanah," tandasnya. (BOLE MALO/B-11)









