SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah drainase yang ada di Kota Sampit dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang begitu deras. 

Maka dari itu, diharapkan pemerintah daerah bersama dengan masyarakat menggalakan kegiatan pembersihan drainase secara total.

“Pada dasarnya kemampuan drainase untuk mengalirkan air ke sungai pembuangan tidak maksimal. Hal ini dikarenakan tidak sedikit drainase yang ada sudah tidak dilakukan normalisasi dan juga tertutup oileh sampah-sampah bangunan,” kata anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Handoyo J Wibowo, Jumat, 12 November 2021.

Handoyo mengakui, untuk wilayah Baamang banyak permukiman yang kebanjiran seperti halnya di Jalan Cristophel Mihing, Walter Condrad.  Rata-rata, air masuk dalam rumah warga setelah diguyur hujan.

“Memang drainase mereka sudah ada tapi kemampuan untuk mengalirkan debit air hujan yang deras sampai 7 jam di kemarin itu sangat tidak normal," ucapnya.

--page

"Kalau perkiraan cuaca ya sampai akhir tahun memang begini November memang sudah bulannya  hujan sudah jadi siklus tahunan,”ujarnya.

Handoyo menyarankan untuk selanjutnya pemerintah melakukan pengerukan besar-besaran di sungai pengeringan seperti di Sungai Baamang dan Sungai Mentawa, Sungai di Suka Bumi hingga harus dilakukan pengerukan untuk bisa menampung pembuangan air yang saat ini tumpah di pemukiman.

“Solusinya harus dilakukan pengerukan semua sungai-sungai induk oleh pemerintah daerah. Sementara untuk drainase di areal permukiman bisa disiasati dengan kegiatan gotong royong rutin yang dipimpin masing-masing RT, karena menghadapi situasi begini tidak mungkin hanya menyerahkan ke pemerintah tetapi juga peran aktif kita semua," tandasnya.(NACO/B-7)