BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bupati Kotawaringin Barat bersama kepala dinas dan para kepala desa seluruh Kobar melakukan kaji tiru atau belajar ke Brebes untuk belajar pengembangan komoditas bawang merah.
Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Pertanian (TPHP) Kabupaten Kobar, Kris Budi Hastuti, Sabtu, 13 November 2021 menjelaskan tujuan kaji tiru ke Brebes, Jawa Tengah dilakukan karena di Kabupaten Kobar ada beberapa wilayah di Kobar yang dinilai cocok sebagai lokasi pengembangan bawang merah.
"Namun diperlukan perlakuan khusus agar hasilnya bisa optimal. Jadi ada daerah tertentu di Kobar yang cocok bawang merah, dan ada yang tidak. Lantaran perlakukan untuk mengembangkan tanaman bawang merah ini agak istimewa, tidak boleh banyak air dan tidak boleh kurang air," jelasnya.
Kris menjelaskan agar pengembangan bawang merah berhasil dibudidayakan juga tergantung dengan cuaca dan teknis perawatan terhadap tanaman jenis rempah tersebut.
"Saat kunjungan yang kami lakukan sudah dijelaskan secara detail terkait pengelolaannya, budidayanya sampai pasca panen. Secara kalkulasi biaya dianggap masih layak atau ada keuntungan. Karena di Kabupaten Kobar saat ini tanaman bawang merah sudah mulai dikembangkan contohnya di Ipuh Bangun Jaya dan Sukaramai," jelasnya.
Karena itulah pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sangat mendukung petani di Kobar untuk mengembangkan bawang merah dalam skala yang lebih besar.
--page
"Lantaran saat ini mayoritas komoditas bawang merah dipasok dari pasokan luar daerah. Hasil panen bawang merah yang ada di Kobar masih sangat kurang, jadi potensinya masih cukup besar," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-11)









