BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kondisi banjir yang tak kunjung surut membuat banyak warga yang mengeluhkan karena aktivitas perjalanan mereka terganggu.
Akibat banjir pada Minggu, 14 November 2021 tersebut penutupan jalur jalan Trans Kalimantan dari arah Palangka Raya tepatnya di Desa Tanjung Sangalang, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau pun terpaksa dilakukan petugas. Hal ini untuk menjaga keselamatan pengendara.
Kondisi ini membuat banyak warga yang harus memutuskan untuk tetap bertahan tinggal di Palangka Raya atau sebaliknya. Sampai menunggu banjir surut agar bisa kembali melintas.
"Sudah tiga hari saya di Palangka Raya. Tidak bisa pulang karena banjir," ucap Dodo, warga Muara Teweh, Barito Utara,, yang terjebak banjir, Minggu.
Dia mengatakan, karena banjir pihaknya kalau mau ke Muara Teweh harus mutar jauh ke arah Banjarmasin untuk menuju ke Muara Teweh. "Jadi terpaksa harus bertahan di Palangka Raya," katanya.
--page
Warga berharap banjir cepat surut. Juga pembangunan jembatan cepat selesai. (MAGANG 3/B-5)









