BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur. Abdul Kadir menekankan agar kepala daerah harus mampu mengaplikasikan apa yang sudah tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim.
Menurut Kadir APBD 2022 merupakan APBD buah karya dari pasangan kepala daerah periode 2021-2024. "Program dalam APBD yang nantinya dibahas harus untuk kepentingan masyarakat," katanya, Senin 15 November 2021
Selain itu harus ada program unggulan yang bisa menyentuh langsung kepada masyarakat sebagaimana yang sudah tertuang dalam program 5 tahunan itu.
Dalam beberapa tahun terakhir APBD Kotim tergerus untuk pembiayaan sejumlah proyek tahun jamak, sehingga banyaknya program yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat terabaikan.
Kondisi demikian tentunya membuat kalangan legislator di DPRD Kotim juga merasa prihatin atas kebijakan anggaran yang saat itu minim untuk kepentingan masyarakat.
Menurutnya APBD 2022 merupakan awal dari pasangan Halikinnor-Irawati untuk mengaplikasikan janji politik yang tertuang di dalam RPJMD itu sendiri.
--page
Abdul Kadir menekankan nantinya program dalam APBD 2022 perlu adanya normalisasi irigasi atau drainasenya di beberapa daerah agar bisa menghindari terjadinya banjir yang bisa mengakibatkan munculnya penyakit demam berdarah.
"Seperti titik-titik yang ada di Jalan Kapten Mulyono, Jendral Sudirman dan DI Panjaitan. Semoga APBD benar-benar disusun untuk kepentingan masyarakat serta RPJMD dapat selesai tahun ini," tandasnya. (NACO/B-6)









