BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas terus mensosialisasikan keamanan pangan segar asal tumbuhan kepada para kelompok tani atau masyarakat di wilayah setempat.
Pihaknya melalui Seksi Promosi dan Kerjasama melakukan sosialisasi keamanan pangan segar melalui penyebaran leaflet dan poster secara langsung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kapuas Catur Ferianto, melalui Kabid Keamanan Pangan, Natalia Saptani mengatakan kegiatan itu bertujuan menambah wawasan, dan pemahaman tentang memilih dan mengolah bahan serta memproduksi pangan segar yang aman untuk di konsumsi.
"Pangan yang aman sangat penting perannya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia," kata Natalia, Senin 15 November 2021.
Oleh karena itu segala upaya dilakukan secara optimal agar pangan yang aman dan bermutu tersedia memadai dan aman pula dikonsumsi.
"Pangan yang aman adalah pangan yang terbebas dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif," ucapnya.
Dampak mengonsumsi pangan yang tidak aman dalam jangka pendek adalah keracunan yang ditandai dengan mual, muntah, diare dan pusing, sedangkan dalam jangka panjang akan menyebabkan penyakit degenerative (kanker).
"Bahaya pestisida pada pangan segar yang di konumsi dapat menyebabkan kanker, cacat lahir dan merusak atau mengganggu system syaraf, endokrin reproduksti dan kekebalan," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-6)









