PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekitar 90 hektare lahan pertanian produktif yang berada di Kecamatan Sebangau tepatnya di Kelurahan Kalampangan dan Kecamatan Pahandut di Kelurahan Tanjung Pinang kebanjiran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya, Renson mengatakan lahan pertanian itu terdampak sejak bencana banjir kiriman yang melanda kota setempat pada September sampai November ini.

"Dalam beberapa bulan ini, kita sudah dua kali dilanda bencana banjir. Cuma nampaknya banjir di November ini lebih besar. 40 Hektar lahan produktif di Kelurahan Kalampangan dan 50 Hektar di Kelurahan Tanjung Pinang terendam," katanya, Selasa 16 November 2021.

Selain merendam lahan produktif, banjir juga berdampak pada hampir 120 hektare lahan kosong di Kelurahan Kalampangan dan Tanjung Pinang.

Banjir pada bulan September dan bulan November ini rupanya juga berdampak cukup signifikan bagi para petani dan kelompok tani (Poktan). Setidaknya ada 19 Poktan dan 285 petani dari 400 kepala keluarga di dua kelurahan tersebut.

--page

"Saat ini DPKP terus berupaya bagaimana agar para petani dan poktan terdampak banjir bisa bangkit kembali. Penangan pasca banjir, kita akan melihat keadaan apa saja yang dibutuhkan para petani," jelasnya.

"Apakah itu perlu optimalisasi lahan, pemberian bibit apa yang cocok terhadap perubahan musim, dan sebagainya sesuai kondisi. Kita juga berupaya meminta bantuan kepada Pemprov, pemerintah pusat, juga ke instansi vertikal lainnya," pungkasnya. (HENDRI/B-6)