SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Desa Bukit Batu, Kecamatan Cempaga Hulu, saat ini menjadi wilayah yang terdampak banjir paling parah di Kotawaringin Timur. Bahkan, ketinggian air banjir mencapai 3 meter dari permukaan tanah. Warga setempat pun mengharapkan pemerintah segera menyalurkan bantuan untuk mereka. 

Kepala Desa Bukit Batu, Rahmad mengungkapkan, desanya sudah lima hari ini terendam banjir. Ketinggian banjir berkisar 1 meter hingga yang terparah 3 meter dari permukaan tanah.

"Kami berharap pemerintah (setempat) segera memberikan bantuan, berupa sembako dan pakaian karena saat ini bantuan jenis itu yang sangat diperlukan," katanya, Selasa, 16 November 2021. 

Data yang dihimpun pihak desa, rumah yang terendam berjumlah 45 unit dengan jumlah kepala keluarga (KK) yakni 62 (KK). Sedangkan total warga terdampak banjir berjumlah 225 jiwa. 

"Desa Bukit Batu, saat ini baru menerima bantuan beras dan sembako, dari kelompok tani. Ada juga bantuan dari pihak perusahaan besar swasta. Sementara ketinggian air bisa bertambah parah," imbuhnya. 

--page

Selain banjir karena tingginya curah hujan yang turun, salah satu penyebab parahnya banjir di Desa Batu adalah adanya air banjir kiriman dari wilayah hulu. Sehingga, meski di wilayah lain sudah berkurang, di desa ini justru bertambah. 

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kotawaringin Timur, akibat bencana banjir, total terdampak banjir berjumlah ada 2.396 rumah dengan 3.383 kepala keluarga dan 11.118 jiwa.

Di antaranya juga terdapat 15 sekolah yang terendam, 8 fasilitas kesehatan, dan 16 rumah ibadah. Hingga saat ini, kabupaten ini masih berada dalam status siaga darurat bencana banjir. (USAY NOR RAHMAD/B-7)