PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka untuk menjaga dan mengenang sejarah, personel TNI AU Lanud Iskandar melakukan pembersihan Monumen Palagan Sambi di kawasan Bundaran Pancasila, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Dipimpin langsung oleh Danlanud Iskandar Letkol Nav Rudy Kurniawan, para personel TNI AU melakukan pembersihan, sekaligus pengecatan ulang monumen badan pesawat Dakota RI-002.

Letkol Nav Rudy Kurniawan mengatakan, pengecatan terakhir kali dilakukan pada tahun 2018 lalu. Sehingga, upaya pembersihan dan pemugaran ini perlu segera dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para pejuang yang telah banyak memberikan sumbangsih atas upaya mempertahankan keutuhan NKRI.

"Kami melakukan melakukan pembersihan dan pengecatan ulang. Seperti kita ketahui bersama, pesawat ini merupakan pesawat bersejarah, maka harus kita jaga," ujarnya, Selasa, 16 November 2021.

Ia menjelaskan, monumen ini merupakan tugu peringatan penerjunan pertama pasukan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada masa pergerakan melawan penjajahan Belanda. Penerjunan dilakukan pada tanggal 17 Oktober 1947 di Desa Sambi, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat.

--page

Menariknya, dari 13 orang pasukan yang diterjunkan pada waktu itu tidak semuanya tentara. Mereka ada yang asli putra Kalimantan, ada yang dari Sulawesi dan juga Jawa.

Peristiwa penerjunan tersebut menandai Lahirnya pasukan tempur TNI AU, lalu pada tanggal  17 Oktober 1947 kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Komando Pasukan Gerak Cepat ( Kopasgat ) yang sekarang dikenal sebagai Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

"Tentu Monumen Palagan Sambi ini merupakan kebanggaan TNI Angkatan Udara yang kini menjadi ciri khas atau icon Kabupaten Kotawaringin Barat, sebagai bentuk penghargaan TNI Angkatan Udara kepada masyarakat, untuk mengenang Pasukan Payung pertama yang diterjunkan di kalimantan tepatnya di Desa Sambi Kec Arut Utara," ungkapnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga keindahan dan kerapian pesawat, sekaligus juga area sekitar monumen.

"Di samping sebagai wujud penghargaan kepada para pendahulu TNI AU, juga sebagai wujud kepedulian untuk menciptakan lingkungan yang bersih, indah dan rapi," pungkasnya. (DANANG/B-7)