BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam beberapa hari terakhir memberikan dampak yang cukup besar terhadap aktivitas masyarakat.
Bahkan, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, setidaknya ada 11.118 jiwa yang terdampak.
"Data sejak 9 November 2021, ada 11.118 jiwa yang terdampak," kata Kepala BPBD Kotim, Rihel, Selasa, 16 November 2021.
Data jumlah jiwa yang terdampak tersebut hanya berasal dari 2 kecamatan yakni Cempaga Hulu dan Cempaga. Sedangkan 4 kecamatan lainnya data belum lengkap.
Di Kecamatan Cempaga sendiri, jumlah warga yang terdampak capai 7.271 jiwa, dari 2.175 kepala keluarga, 1.881 rumah, yang berada di 4 desa/kelurahan.
Sementara, di Kecamatan Cempaga Hulu, dari 9 desa/kelurahan yang terdampak, merendam 487 rumah, 1.030 kepala keluarga, dan 3.847 jiwa.
"Kecamatan yang terdampak banjir sendiri yakni Parengggean, Cempaga Hulu, Cempaga, Kota Besi, Mentawa Baru Ketapang, dan Baamang," kata Rihel.
--page
Sementara, saat ini banjir di beberapa titik sudah mulai surut. Bahkan seperti di Kecamatan Mentaya Hulu air sudah turun, hanya beberapa titik yang tergenang, itupun cuma 7 cm.
Sedangkan di perkotaan Sampit, masih ada beberapa ruas jalan dan permukiman yang tergenang banjir, hingga sekolah dan rumah ibadah. Namun hanya sedikit yang masuk ke dalam rumah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









