BORNEONEWS, Pulang Pisau - Banjir di Jalan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau hingga saat ini belum surut. Banyak kendaraan antre untuk melintas. Sehingga petugas keamanan melakukan buka tutup jalur dan sempat menimbulkan kemacetan yang cukup panjang, Jumat, 19 November 2021.
Warga yang melintas pun harus bersabar karena banyak kendaraan di depan bergantian untuk melintasi banjir. Namun kendaraan roda 2 masyarakat masih dianjurkan untuk menggunakan jasa angkutan pikap. Dan untuk kendaraan roda 4 banyak yang mogok, sehingga harus menggunakan jasa mobil derek.
"Saya dari Banjarmasin mau pulang ke Tumbang Samba ini, kejebak macet tidak bisa lewat. Macet dari jam 2 siang kemarin, jadi terpaksa nunggu disini," ucap Darminto (48) warga pengguna jalan yang melintas.
Dia juga mengatakan, tadi rancananya mau dinaikkan mobil derek. Namun untuk biaya angkut kesana ditarif Rp 1 juta. "Saya keberatan. Jadi terpaksa bermalam di sini sampai satu malam. Kalau airnya belum surut ya terpaksa sampai nunggu surut," katanya.
Banjir di Jalan Tumbang Nusa saat ini sudah mencapai pinggang orang dewasa di titik tengah.
--page
Warga berahap banjir cepat surut. Warga ingin harga tarif mobil derek tidak mahal. "Karena kami pengendara mobil kecil ini bukan banyak uang juga. Karena perjalanan kami penting sekali mengunjungi keluarga di sana. Dan juga harapannya kalau bisa untuk Pemerintah Daerah ada bantuan untuk jasa mobil derek untuk membantu masyarakat," tutupnya. (MAGANG 3/B-5)








