PALANNGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran mengintruksikan kepala daerah baik itu bupati maupun wali kota di masing-masing wilayah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi setiap potensi bencana.

Sugianto menyarankan, setiap daerah harus melakukan langkah-langkah strategis, seperti terus menerus menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan memastikan bahwa perkembangan informasi peringatan dini mengenai cuaca dari BMKG diterima serta dipahami oleh masyarakat.

"Juga menyiapkan atau memperbaharui dan melakukan gladi posko maupun lapangan rencana kontijensi bencana hidrometeorologi," tuturnya, Jumat, 19 November 2021.

Selanjutnya melakukan pengelolaan tata air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, misalnya dengan penyiapan kapasitas waduk, embung, danau, sungai dan kanal untuk antisipasi debit air berlebih.

Kemudian memastikan infrastruktur, sarana prasarana pengendali dan peringatan dini banjir dan longsor beroperasi dengan baik.

--page

Selain itu, mengelola seluruh sumber daya manusia, logistik dan peralatan, penyiapan sarana dan prasarana untuk penanganan keadaan darurat bencana atau jalur dan tempat evakuasi, lokasi pengungsian serta penyiapan fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan penerapan protokol kesehatan dalam penanganan Covid-19.

Lalu mengaktifkan tim siaga bencana untuk memantau sekitar akan gejala awal terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Mengaktifkan Pusdalops daerah yang terkoneksi dengan pusat-pusat data, informasi dan komunikasi kelembagaan terkait di Pusat dan provinsi, kabupaten/kota sekitar.

Yang paling penting yaitu menyiapkan dukungan anggaran untuk kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022.

Apabila diperlukan, dapat menetapkan status darurat bencana dan pembentukan pos komando penanganan darurat bencana serta aktivasi rencana kontingensi menjadi rencana operasi. (DONNY D/B-7)