BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya melaporkan, belasan sekolah negeri atau persisnya berjumlah 18 meliputi 12 sekolah dasar dan 6 SMP harus meliburkan sementara kegiatan PTM terbatas akibat banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Akhmad Fauliansyah mengatakan, jumlah itu belum termasuk sekolah swasta, karena laporan sekolah swasta langsung ke Kementerian Agama.
Fauliansyah menuturkan akibat halaman sekolah tergenang air, bahkan ada yang sudah masuk lantai ruang belajar, maka proses belajar dan mengajar diliburkan untuk sementara waktu.
"Meski demikian anak didik bukan berarti libur total, tapi para anak-anak dianjurkan untuk belajar secara mandiri di rumah agar tidak ketinggalan mata pelajaran," katanya, Sabtu, 20 November 2021.
Pihaknya berharap bencana banjir akibat luapan air Sungai Rungan dan Sungai Kahayan pasca wilayah Kota Cantik diguyur hujan ini segera surut, sehingga aktivitas belajar di sekolah bisa dilakukan lagi.
--page
Berikut Daftar SD Terdampak Banjir: SDN 1 Tumbang Rungan, SDN 1 Pahandut Seberang, SDN 7 Pahandut, SDN 8 Pahandut, SDN 1 Tanjung Pinang, SDN 2 Tanjung Pinang.
Kemudian SDN 1 Palangka, SDN 1 Petuk Katimpun, SDN 2 Petuk Katimpun, SDN 1 Bereng Bengkel, SDN Kameloh Baru, SDN 1 Danau Tundai.
Berikut Daftar SLTP Terdampak Banjir: SMPN 16 di Petuk Katimpun, SMPN Satu Atap 9 di Bereng Bengkel, SMPN Satu Atap 7 di Danau Tundai, SMP Integral Dihayatullah di Bukit Tunggal, SMP Islam Nurul Ihsan di Pahandut dan SMPN Satu Atap 8 di Tumbang Rungan. (HENDRI/B-7)









