BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan hingga saat ini kondisi debit air di sejumlah wilayah terdampak banjir sudah mengalami penurunan.
"Debit air di beberapa wilayah sudah mengalami penurunan. Berdasarkan pemantauan, penurunannya sekitar 5 centi meter," katanya, Senin 22 November 2021.
Kendati mengalami penurunan, Emi menyebutkan, sebagian besar warga terdampak banjir masih tetap bertahan di tempat-tempat pengungsian untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan yang diperkirakan masih akan terjadi, hingga akhir Desember 2021.
"Kami tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada. Karena berdasarkan data dari BMKG, potensi hujan lebat masih ada hingga Desember nanti," tegas Emi.
Berdasarkan data kondisi air pada Kelurahan Palangka sudah mengalami penurunan sekitar 1 meter. Kemudian di Kelurahan Bukit Tunggal sudah menurun 30 centimeter.
--page
Kelurahan Petuk Ketimpun menurun sekitar 15 centi meter, Kelurahan Tanjung Pinang menurun sekitar 20 centi meter. Pada Kelurahan Danau Tundai menurun sekitar 10 centimeter.
Kemudian di Kelurahan Bereng Bengkel menurun sekitar 10 centi meter, Kelurahan Kalampangan menurun sekitar 11 centimeter.
Selanjutnya Kelurahan Kameloh Baru menurun sekitar 20-30 centi meter. Terakhir Kelurahan Marang menurun sekitar 5 centi meter. (HENDRI/B-6)









