BORNEONEWS, Palangka Raya - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai kondisi lingkungan manjadi salah satu penyebab banjir parah melanda sebagian wilayah Kalteng.
"Banjir yang kembali berulang tahun ini merupakan pertanda nyata kondisi lingkungan yang semakin kritis di Kalteng," tutur Direktur Eksekutif Walhi Kalteng, Dimas N. Hartono melalui laman resminya baru baru ini.
Ia berharap banjir yang kini terjadi di berbagai wilayah di Kalimantan Tengah dijadikan indikator bagi Pemerintah Daerah bahwa Kalteng saat ini sudah berada di ambang titik krisis ekologis.
Menurut Dimas, pemerintah harus segera melakukan audit terhadap kondisi lingkungan di Kalteng, dengan melakukan audit lingkungan, perizinan perusahaan-perusahaan yang menjalankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam skala besar juga akan dilakukan evaluasi.
Seperti diketahui akhir akhir ini Pemerintah Provinsi Kalteng getol mendorong evaluasi perizinan. Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran berencana segera menyurati pemerintah pusat terkait audit perizinan.
--page
Menurut Sugianto perizinan perkebunan, HTI dan HPH di Kalteng perlu dilakukan peninjauan. Pemprov Kalteng juga berupaya melakukan pengkajian terhadap masalah penyebab banjir di provinsi ini selain selain akibat intensitas hujan tinggi. (HERMAWAN DP/B-6)









