BORNEONEWS, Tamiang Layang - Meski total cakupan vaksinasi covid-19 dosis 1 di Kabupaten Barito Timur telah mencapai 56.083 dosis atau 63,85 persen dari sasaran namun penyebaran warga yang divaksin pada 10 kecamatan tidak merata, bahkan 2 kecamatan diantaranya masih di bawah 40 persen.
Kecamatan Karusen Janang memiliki cakupan vaksinasi paling tinggi yakni 94,3 persen, disusul Kecamatan Raren Batuah 83,4 persen, Pematang Karau 81,5 persen, Paku 77,69 persen, Paju Epat 74,5 persen, Patangkep Tutui 71,4 persen, Dusun Timur 67,2 persen, Awang 64,2 persen, Benua Lima 39,3 persen dan Kecamatan Dusun Tengah 33,1 persen.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Barito Timur, Enikuane mengatakan, pemerintah kabupaten bersama Polri, TNI dan berbagai pihak telah bekerja keras untuk mensukseskan program vaksinasi. Namun di beberapa wilayah persentase vaksinasinya rendah karena masyarakat setempat menolak mengikuti vaksinasi.
"Saat ini mencari warga yang akan melakukan vaksinasi dosis 1 kami sudah mulai kesulitan karena yang tersisa banyak yang menolak untuk divaksin bahkan ada yang mengancam jika dipaksa mereka akan melapor," ungkap Enikuane, Senin, 22 November 2021.
Menurutnya, warga yang menolak divaksin rata-rata karena terpengaruh kabar bohong atau hoaks tentang vaksin terutama terkait halal dan haramnya vaksin yang digunakan.
--page
"Makanya hari ini kami akan ke kantor Kementerian Agama Barito Timur untuk berkoordinasi terkait upaya pendekatan melalui kantor kementerian agama," ujarnya.
Enikuane mengimbau masyarakat yang menolak vaksinasi agar tidak mudah mempercayai kabar bohong yang beredar. Jika ada informasi yang kurang jelas, dia menganjurkan agar ditanyakan ke tenaga kesehatan atau pihak-pihak yang berkompeten.
Dia juga meminta dukungan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk membantu menyampaikan edukasi kepada masyarakat agar memahami pentingnya vaksinasi.
"Kalau masalah keamanan vaksin, di Barito Timur belum ada kasus meninggal dunia karena divaksin bahkan pasien mengalami gejala ikutan yang berat pasca vaksinasi pun tidak ada. Kalau pun ada biasanya hanya demam dan nyeri pada bekas suntikan," ungkapnya. (BOLE MALO/B-6)









