PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kondisi mampetnya drainase di sepanjang jalan permukiman di Gang Sesepat, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat dikeluarkan warga.

Sudah berbulan - bulan, air dalam drainase tergenang yang berakibat dari dalam selokan muncul bau tidak sedap, terlebih di saat hujan deras dalam hitungan menit luapannya hingga masuk ke jalan dan halaman, bahkan ke dalam rumah warga.

Drainase dengan panjang lebih dari satu kilometer tersebut diketahui bermuara ke Sungai Arut, namun karena mampet di ujung gang (Jalan Pangeran Antasari) sehingga dampaknya dirasakan warga di dalam gang tersebut.

Warga RT 02, Kelurahan Baru, Utin Rani mengaku bahwa bau dari luapan air dari dalam drianse sudah mirip dengan septic tank, parahnya bau itu semakin menjadi ketika hujan turun.

"Karena di ujung mampet, jadi air tergenang dan tidak tahu juga sebabnya apa sampai menimbulkan bau yang begitu menyengat," ujarnya, Selasa, 23 November 2021.

--page

Ia menjelaskan, jika drainase itu ukurannya lumayan lebar dan dalam, namun karena penumpukan sampah dan sedimentasi, akhirnya menjadi dangkal.

Lanjutnya, bahwa luapan tersebut tidak hanya berdampak bagi warga di Gang Sesepat, tetapi juga berdampak bagi warga di Gang Tempala 1, bila banjir airnya sampai ke permukiman di gang tersebut.

"Jadi, warga bukannya tidak mau bergotong royong membersihkan drainase tersebut, tetapi lantaran drainase tertutup oleh beton, warga tidak kuat untuk mengangkatnya, dan juga lumpur, pasir serta sampah menumpuk, sehingga harus pakai alat untuk proses pengerukannya," ungkapnya.

Kondisi ini sudah warga laporkan ke ketua lingkungan setempat dan sudah diteruskan ke pihak kelurahan untuk meminta bantuan, agar dilakukan pembenahan terhadap saluran yang mampet di ujung gang.

"Saya berharap semoga laporan tersebut segera ditindaklanjuti, karena warga sudah merasakan ketidaknyamanan itu selama enam bulan terakhir ini," pungkasnya. (DANANG/B-6)