BORNEONEWS, Palangka Raya - Pertemuan Tahunan Bank Indonesia tahun 2021 digelar pada Rabu, 24 November 2021 dengan tema "Bangkit & Optimis: Sinergi & Inovasi Untuk
Pemulihan Ekonomi". Tidak hanya pertemuan tahunan secara virtual yang berpusat di Jakarta dengan kehadiran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tetapi juga pertemuan tahunan tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dihadiri para petinggi sektor keuangan dan pemerintahan.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, Rihando dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagaimana yang diketahui bersama bahwa perekonomian global masih diwarnai dengan pertumbuhan yang tidak merata.
Pasar keuangan dunia yang saat ini tengah dalam pemulihan, dihadapkan dengan adanya risiko default korporasi raksasa negara Tiongkok yang masih membayanginya.
Selain itu krisis energi yang mulai muncul serta gangguan distribusi secara global mengakibatkan inflasi di negara Amerika Serikat, China dan negara-negara Eropa yang menjadi perhatian bersama.
--page
"Namun pemulihan ekonomi dunia masih memiliki celah, sejalan dengan mulai dilonggarkannya pembatasan aktivitas ekonomi, meskipun dilain sisi masih terdapat kecenderungan wait and see seiring dengan munculnya lonjakan kasus Covid di beberapa negara," kata Rihando dalam pertemuan di Swissbell Hotel Danum yang juga bisa diikuti melalui zoom meeting.
Di sisi lain perbaikan sejumlah harga komoditas global dan pertumbuhan ekonomi mayoritas negara dunia di benua Eropa, Amerika, dan Asia pasca pandemi, akan menjadi sumber pendorong pertumbuhan ekonomi dunia sekaligus dapat berpotensi risiko yang perlu diwaspadai.
Sementara itu Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kalteng, Nuryakin mengatakan tanpa terasa Pandemi Covid-19 telah kita lalui lebih kurang 1 tahun 9 bulan. Situasi kritis dan mengkhawatirkan datang silih berganti dan itu pun dapat kita hadapi dan selesaikan dengan baik, dengan penurunan kasus harian yang signifikan dari hari ke hari.
"Namun pandemi Covid-19 belum sepenuhnya berakhir. Pandemi Covid-19 masih menjadi perhatian kita bersama, tidak hanya bagi pemerintah daerah, aparatur keamanan, pelayan publik, akademisi, pelaku usaha namun juga kita semua masyarakat Kalimantan Tengah," tuturnya.
Kasus harian yang telah melandai tidak dapat kita jadikan sebagai acuan secara otomatis bahwa kita dapat bebas melakukan aktivitas tanpa protokol kesehatan yang ketat. Meskipun di lain sisi Pemerintah Provinsi telah secara proaktif dalam melakukan vaksinasi terhadap masyarakat Kalimantan Tengah, namun ancaman dari varian baru seolah tidak pernah berhenti menghantui.
"Setidaknya sebagian dari kita telah mendapatkan kekebalan dari vaksinasi Covid-19, sehingga dapat menurunkan risiko buruk dari dampak kesehatan yang ditimbulkan virus ini," katanya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)









