BORNEONEWS, Pulang Pisau - Dalam perkembangan seni rupa di era saat ini, khususnya di kota besar memang sudah lebih maju. Karena banyak dukungan yang masuk dari beberapa pihak baik dari akademik pendidikan maupun non akademik. Juga dukungan dari segi materi ataupun tempat ruang untuk berekspresi, seperti galery untuk ruang apresiasi maunpun ruang publik.
Tapi untuk non akademik memang sering tertinggal karena keterbatasan ruang berekspresi dan apresiasi. Tak semua orang memiliki keberuntungan untuk mengembangkan dan menyalurkan bakatnya tanpa ada dukungan dan kepedulian dari pihak terkait. Meski hanya sebatas mengolah keterampilan dan bakat yang dimiliki seorang perupa.
Tentunya ruang ekspresi dan apresiasi itu sangat penting untuk menyalurkan hasil karya seni rupa seperti kaya lukis, patung, dan karya instalasi. Terkait dari masalah ini tentu dapat dijadikan sebuah gebrakan baru untuk membangun para generasi muda di daerah agar bisa tersalurkan bakatnya.
Salah satunya di Desa Jabiren, Kabupaten Pulang Pisau. Yang belum memiliki wadah atau tempat untuk menyalurkan hasil karya. Meraka hanya sekedar menyalurkan hobinya di rumah saja.
"Saya kalau melukis hanya sekedar hobi saja. Kalau yang di canvas memang belum pernah, tapi untuk mural di dinding pernah di tempat Kepala Desa Jabiren," ucap Junie Yansen (40) warga desa Jabiren.
"Yang pernah saya buat lukisan mural di Kantor Desa Jabiren di tempatnya Damang, kepala desa. Juga di Desa Saka Kajang untuk buat lukisan mural. Itupun untuk pemberian seikhlasnya saja," tuturnya.
--page
Dia mengaku pernah datang seperti kegiatan lomba lukis di Palangka Raya. Itupun jarang sekali. Untuk peminat di sini juga memang masih kurang dari peminat.
"Jadi sulit untuk berkaya. Terlibih untuk saat ini kendalanya medianya tidak ada, tempat lukis dan peralatan lukis tidak ada," tuturnya sambil tersenyum.
Harapannya bisa mengembangkan minat dan bakat untuk para generasi muda yang punya talenta bisa lebih semangat kreatifnya dalam berkarya. (MAGANG 3/B-6)









