BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriati Ritadewi mengatakan produksi tangkap ikan mengalami kenaikan sebesar 78,81 ton atau 1,6 persen jika dibandingkan tahun lalu yaitu 4.757,17 ton menjadi 4.835,98 ton.
Hal tersebut disampaikannya berdasarkan dari data statistik perikanan tangkap tahun 2020 produksi perikanan tangkap perairan umum sebesar 4.835,98 ton terdiri dari sungai sebesar 1.655,22 ton, danau sebesar 1.7372,92 ton dan rawa sebesar 1.442,84 ton.
Sehingga dengan adaya kenaikan produksi tangkap ikan tersebut, dirinya mengajak agar masyarakat tetap menjaga kelestarian potensi populasi ikan tersebut agar keberadaanya tetap terjaga.
“Mari kita bersama-sama menjaga keberadaan ikan yang ada di perairan kota cantik ini agar kebersihannya tetap terjaga hingga anak cucu kita nanti. Karena kalau bukan kita siapa lagi dan kalau tidak sekarang kapan lagi," katanya, Jumat 26 November 2021.
Dia berharap adanya kenaikan produksi tangkap ikan ini memberikan manfaat langsung bagi para nelayan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan kehidupan sebagai penopang ekonomi.
--page
Sebagai upaya pelestarian sebelumnya dilakukan pelepasliaran bibit ikan. Adapun ikan yang dilepasliarkan ini terdiri atas benih ikan lokal, ikan gabus 20.000 ekor dan ikan betok 30.000 ekor. (HENDRI/B-11)









