BORNEONEWS, Buntok - Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta membantu pembelajaran tatap muka meski di tengah pandemi COVID-19 di SD Negeri Danau Sadar, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan.
Salah satu mahasiswa UAD, Aqsal Rizky Ramadhan yang ditempatkan di Barsel mengatakan kegiatan ini adalah salah satu bentuk program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai jurusan agar bisa memiliki pengalaman atau pengetahuan sebagai pengajar dan dapat membantu membangun masa depan pendidikan yang lebih baik lagi di Indonesia.
Khususnya di daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan) dan terakreditasi maksimal C. Saat ini program Kampus Mengajar telah memasuki periode ke 2 dan ada sekitar 22.000 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program tersebut.
Sebanyak 3.400 mahasiswa yang diterjunkan ke SD dan 375 SMP di 34 Provinsi. Program ini telah berlangsung sejak 2 Agustus 2021 hingga 18 Desember 2021.
--page
“Dengan adanya program ini kita mengharapkan dapat membantu para guru dalam hal mengajar, administrasi sekolah, dan adaptasi teknologi serta dapat meningkatkan literasi dan numerasi para peserta didik,” kata Aqsal Rizky Ramadhan, Jumat, 26 November 2021.
Saat ini di SD Negeri Danau Sadar telah melakukan pembelajaran tatap muka setelah sebelumnya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Sistem yang diterapkan kurang lebih sama dengan keadaan sebelum pandemi akan tetapi pada pembelajaran tatap muka kali ini para murid-murid diminta agar tetap menerapkan protokol kesehatan.
Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan Waktu untuk pembelajaran tiap hari hanya diberikan sekitar 2 Jam saja.
“Dengan adanya program ini agar mampu membangkitkan kembali Pendidikan di Indonesia setelah terjadinya pandemi covid 19," harapnyaa.
Dia menyampaikan berbagai kegiatan seperti membantu meningkatkan literasi dan numerasi, para mahasiswa Kampus Mengajar mengajak para peserta didik agar lebih sering membaca dan mengadakan quiz tentang bacaan yang telah mereka baca sehingga menarik peserta didik untuk membaca.
--page
Untuk meningkatkan numerasi para mahasiswa Kampus Mengajar mengajarkan bagaimana cara menghitung dengan mudah dan itu meningkatkan minat peserta didik dalam berhitung. Dan tidak lupa melakukan ice breaking agar peserta didik tidak meras bosan.
"Program ini juga merupakan kesempatan untuk saya untuk mendapatkan pengetahuan secara langsung bagaimana rasanya menjadi tenaga pendidik.” ucapnya
Program ini juga mengenalkan hal baru seperti adaptasi teknologi yakni pengenalan tentang aplikasi AKSI SD dari Kemendikbud yang dapat menjadi bahan belajar bagi peserta didik di rumah.
Bahan ajar untuk guru-guru di sekolah, tidak hanya itu saja para mahasiswa juga membantu mengajarkan bagaimana cara mengoperasikan komputer dan laptop untuk mengikuti Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
Pihaknya juga membantu masalah administrasi seperti membantu membuatkan bahan ajar, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), menilai dan membuatkan soal Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS).
"Semoga dengan adanya program ini dapat membantu sekolah dalam hal mengajar, administrasi sekolah, dan adaptasi teknologi serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia," ucapnya. (URIUTU DJAPER/B-6)









