PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan untuk banjir di wilayah Palangka Raya masih terus dilakukan pemantauan.

Selain melakukan pemantauan BPBD di daerah juga memberikan edukasi tentang potensi bahaya banjir kepada masyarakat sekitar agar selalu waspada.

“Palangka Raya total keseluruhan terdampak 13 kecamatan, 62 desa, 16.290 kepala keluarga, 55.969 Jiwa dan pengungsi 158 kepala keluarga,” sebut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBPK Kalteng, Erlin Hardi dalam data tertulisnya, Jumat 26 November 2021.

Disampaikannya untuk kondisi terkini berdasarkan update 24 November di wilayah Kecamatan Jekan Raya tinggi air berkisar 10 cm sampai dengan 30 cm dan tidak ada pengungsi.

Kemudian di wilayah Kecamatan Pahandut tinggi air berkisar 15 cm, ada pengungsi sebanyak 99 Jiwa. Begitu juga dengan Kecamatan Sabangau, tinggi air berkisar 10 cm sampai dengan 30 cm dengan pengungsi 8 Jiwa.

--page

Setelah itu di kawasan Kecamatan Bukit Batu tinggi air berkisar 5 cm, jalan penghubung Kelurahan Marang dan Marang Baru terputus dan pengungsi 8 Jiwa. Terakhir di Kecamatan Rakumpit tinggi air mengalami penurunan dan tidak ada pengungsi. (HERMAWAN DP/B-6)