BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Pelaksana BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur, Riza Rahmadi didampingi Kasi Tanggap Darurat Rudy Tuch Panduhup, memantau peningkatan debit air Sungai Patangkep di Kecamatan Patangkep Tutui, Minggu sore, 28 November 2021.
Peningkatan debit air sungai tersebut akibat curah hujan yang cukup tinggi sejak malam hari sehingga meluap dan menggenangi beberapa rumah warga di Desa Bentot, Ramania dan Pulau Padang.
Meski demikian, pantauan Borneonews di Desa Bentot sekitar pukul 17.00 WIB, permukaan air yang menggenangi rumah penduduk sudah turun sekitar 10 sentimeter.
Saat menemui Kepala Desa Bentot, Riza Rahmadi meminta agar pemerintah desa tetap mewaspadai peningkatan curah hujan pada malam ini serta mempersiapkan tempat evakuasi warga.
"Nanti kami minta juga Pak Kades agar menginformasikan ke BPBD jika terjadi peningkatan permukaan air, terutama jika ada warga yang mulai dievakuasi," kata Riza Rahmadi.
Kepala Desa Bentot, Harapanta mengaku bahwa dirinya telah menginstruksikan semua ketua RT di wilayah yang rawan banjir agar berjaga-jaga dan mewaspadai datangnya banjir susulan pada malam ini.
"RT yang langganan banjir setiap tahun yaitu RT 04, 05 dan RT 06. Jumlah KK yang terdampak di RT 04 sekitar 60 KK, RT 06 sekitar 75 KK dan sebagian kecil dari RT 06," paparnya.
--page
Harapanta menjelaskan, jika curah hujan tidak kembali meningkat biasanya banjir segera surut dalam beberapa jam. Meski demikian dia tetap mengingatkan warga agar selalu waspada.
"Mudah-mudahan curah hujan di gunung malam ini tidak meningkat," ujar Harapanta. (BOLE MALO/B-11)









