BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Buntoi, Pulang Pisau, membudidayakan madu kelulut dan madu hutan. Usaha ini dinilai menjanjikan sehingga mereka antusias menggelutinya.
Hasil madu dari hutan biasanya oleh warga setempat dijual kepada KUHD Madu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPHD) Buntoi. Tentunya melalui pengecekan khusus dengan menggunakan alat ukur kadar air.
"Karena madu yang dihasilkan harus benar-benar murni tidak tercampur air dan harus kental," kata Ketua KUPS Madu Buntoi Yulius Triyawan, Senin, 29 November 2021.
Kondisi saat ini, kata dia, memang banyak kendala dalam menghasilkan madu. Karena sedang memasuki musim hujan. Sehingga KUPS Madu LPHD Buntoi tidak menargetkan panen dibulan ini.
"Untuk panen madu kelulut jika koloninya kuat di dalam kotak satu bulan sekali bisa panen. Namun tergantung cuaca juga sama makanannya. Karena cuaca musim hujan seperti ini, tidak bisa dipanen, pengaruhnya dari air hujan itu dan juga susah untuk makanan lebahnya," ucap Yulius Triyawan.
--page
Dia mengatakan, di tempat usaha mereka ada 26 kotak sarang. Semuanya sudah terisi. Tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukan panen.
"Terakhir panen Agustus dan September. Hasil panen rata - rata 4 sampai 5 liter dari dari keseluruhan kotak. Namun untuk saat ini kita tidak bisa," ucapnya.
Ia berharap ke depan bisa madu yang dihasilkan terus terjaga kualitasnya. Selain itu budidayanya juga agar bisa terus berkembang. (MAGANG 3/B-5)









