PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuryakin meyakini keterpaduan perencanaan menjadi kunci pembangunan berkualitas.

Hal itu disampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinergi Pembangunan Bidang Air Minum Provinsi Kalteng secara virtual di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng.

“Keterpaduan perencanaan, baik secara vertikal maupun horizontal, menjadi kunci yang mengawali perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berkualitas," ucap Nuryakin seperti dikutip dari MMC Kalteng, Senin 29 November 2021.

Pada kesempatan itu, Nuryakin mengingatkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalteng dibidang perumahan, air minum dan sanitasi.

Mulai dari RPJMN dengan target 15 persen akses air minum aman, 90 persen rumah tangga harus terlayani akses sanitasi layak, termasuk 15 persen akses aman dan bebas dari perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka.

--page

Kemudian lepasnya kebiasaan BABS dinilai perlu untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, menurunkan prevalensi stunting dan diare dan kesehatan lingkungan mengurangi pencemaran air. Serta 100 persen rumah tangga di perkotaan harus terlayani pengelolaan sampah.

Setelah itu ada RPJMD Kalteng dengan target rumah layak huni 70,98 persen, target akses sanitasi layak 80 persen, target sanitasi aman 8 persen.

Kemudian, target BABS di tempat terbuka sampai menyentuh zero atau nol persen, target penanganan sampah perkotaan 83 persen serta target akses air minum layak 100 persen.

Target akses air minum tersebut didorong dengan target air minum jaringan perpipaan 26,01 persen dan bukan jaringan perpipaan 73,99 persen.

Nuryakin meminta komitmen pemerintah daerah baik dari provinsi maupun kabupaten kota dalam melakukan optimalisasi infrastruktur pelayanan dasar sanitasi dan air minum yang sudah ada, sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tepat guna. (HERMAWAN DP/B-5)